Bertemu Aa Gym di Bremen

Tadi sore liat twitternya @Aagym, beliau bilang sore ini bakal ada pengajian di musholla al azhar milik Pak Gerry di bremen.jadi keinget bulan maret lalu alhamdulillah kami & warga bremen lainnya berkesempatan bertemu dengan Aa gym. Kebetulan saat itu beliau sedang mengunjungi anaknya yang kuliah di Hamburg jadi sekalian safari dakwah gitu. Awalnya kami pengen ikut kajiannya yang di hamburg, tapi berhubung waktu itu saya sedang hamil muda yang pake acara mabok2an jadi gak memungkinkan banget buat naik kereta ke Hamburg. eh namanya juga rejeki, ternyata beliau juga ada jadwal ke Bremen, jadi ketemuan deh.

Di Bremen, aktivitas pengajian bisa dibilang cukup bahkan sangat aktif malah, pengajian umum rutin diadakan sebulan sekali, pengajian remaja 2 minggu sekali, pengajian ibu2 juga ada, mau belajar ngaji kitab kuning atau sejarah islam??ada pengajian rutinnya setiap jumat malam, gak sempat bertemu langsung?pengajian via skype juga bisa. milis pengajiannya juga sangat aktif. saya kagum dengan warga indonesia di bremen, menjadi minoritas dan berada jauh dari tanah air tidak memudarkan semangat untuk terus belajar agama. makanya suka agak malu hati kalo liat mereka. ditengah kesibukannya gak pernah tuh ada kata capek untuk mengejar ilmu dan menambah pahala

Saya senang kalau ada acara pengajian kayak gini, istilahnya untuk orang2 yang tinggal di negara yang gak bisa denger suara adzan dari masjid, pengajian kayak gini bermanfaat banget. buat ngecharge iman yang kadang masih turun naik. pulang dari pengajian bisanya bawa energi baru, belajar untuk sholat tepat waktu, belajar untuk lebih sabar dll. dan plusnya lagi selain nambah ilmu, dan bertemu teman2, sudah pasti kalo ada pengajian sudah pasti judulnya makan enak #astagfirullah..#tutupmuka. hehehe harap maklum ya

liat foto2 ini jadi kangen sama teman2 di Bremen. mudah2an mereka terus semangat yah berjuang untuk islam. kangen kalian..sangatttt

Continue reading

Cerita Bumil-lagi kepengen Narsis

Kemarin sore tiba hasrat narsis diriku menggelora, dan baru inget, selama hamil ini belum pernah difoto..
dan… jreng2 inilah penampakan diriku. diusia kehamilan 23-24 bulan… berat badan (ehm..) “baru” naik 5 kg. 1 kg lagi menuju 60 kg,mudah2an kenaikan berat badannya tetep stabil deh dibulan2 berikutnya. agak2 parno juga mengingat waktu raihan dulu sempet naik 20 kg sahajahhhh... (gimana enggak, wong waktu itu cemilan gw kelas berat, nasi kuning cyinnn)

Foto ini pas mau ke dokter buat periksa kehamilan, sejak pulang dari jerman baru sempat konsul ke dokter hihihi

episode farewell-Raihan’s last in KITA Bremen

Saya termasuk tipikal orang yang sensitif dan  gampang banget ngeluarin air mata atau dengan kata lain #cengeng , hal-hal atau kejadian kecil aja yang terjadi dan menyentuh hati langsung deh bikin saya mewek. Apalagi di minggu2 terakhir kami di jerman, banyak sekali cerita dan peristiwa  yang membuat saya terharu, apalagi kali ini judulnya kami akan “back for good”. semua cerita dan kenangan selama kami disini seakan menari-nari dikepala saya. terekam jelas di memori dan akan tersimpan dihati selamanya..Dulu saya pikir, kalau sudah tiba saatnya akan pulang nanti pasti saya akan bersorak kegirangan  karena akan segera meninggalkan jerman yang   “kaku”,dingin dan “sombong”  ini. tapi ternyata tidak segampang itu,  dibalik kekakuan dan kesombongannya, jerman telah mampu mencuri hati saya. yah saya menemukan “kehangatan” disini..

Salah satunya ditempat ini, disekolah Raihan…hampir tiap hari saya berada disini, bahkan diawal2 raihan sekolah, saya cukup lama menghabiskan waktu disini, karena raihan masih beradaptasi dan belum bisa ditinggal. Disekolah ini saya melihat dan belajar banyak hal, tentang ketulusan,kasih sayang, kedisiplinan dan tentu saja cerita masa kanak-kanak yang indah. teman2 kelas raihan hapal banget sama saya, kalau saya datang menjemput, mereka langsung teriak “arsya (raihan dipanggil dengan nama depannya disini) deine mama ist komee..(arsya mama kamu datang) atau gucke da ist mama arsya (lihat itu mama arsya), beberapa dari mereka suka menghampiri saya sekedar say hello, bertanya tentang sesuatu (meski saya gak sepenuhnya ngerti bahasanya) atau sekedar “memamerkan” barang2 barunya (seperti jaket ato sepatu baru) atau bahkan “melaporkan” kejadian hari ini, seperti arsya gak mau makan, atau arsya tadi jatuh dll. Ahh selalu menyenangkan berada didekat anak2 itu.dikelas raihan ada 20 orang anak, dan saya hapal semua namanya. gurunya sampe “takjub” waktu tau tentang hal ini , dia bilang “wah sepertinya kamu cocok jadi guru disini

Demikian pula dengan guru2nya. saya suka banget dengan guru-guru disekolah raihan . mereka keliatan cinta dan  total banget dalam melakoni pekerjaannya. udah gitu keliatan tulus banget, sepengamatan saya, gak pernah saya melihat pilih kasih atau memperlakukan spesial seorang anak, Disekolah raihan ini muridnya multietnis, semua diperlakukan sama. Terinsirasi dengan mereka, saya jadi punya cita2 bikin sekolah kayak gini di Bogor. minta doanya yaa

Dikelasnya Raihan diasuh oleh 2 orang guru, Frau Sarah dan Frau Janine, saya suka banget sama mereka berdua, orangnya baik bange dan sangat helpfull.
Pernah suatu saat saya lagi belanja di kota, tiba2 dapat telepon dari sekolah yang mengabarkan kalau raihan kurang sehat, segera saya mengakhiri belanja saya dan langsung naik trem menuju sekolah. tiba disekolah, saya mendapati raihan dalam dipeluk oleh Sarah diruang tunggu, katanya sepanjang hari raihan rewel dan nangis terus, saya terkesan dengan cara Sarah “menjaga” raihan,cara dia memeluk dan menenangkan raihan seperti anak sendiri. Begitu juga dengan Janine. waktu saya sakit, kata papa setiap hari dia selalu menanyakan kabar saya, pas saya udah sembuh dan bisa antar jemput raihan lagi, dia langsung menghampiri saya dan bilang “saya ikut bahagia liat kamu udah sembuh, waktu kamu sakit, raihan “auranya” keliatan beda, dia agak murung dan kami juga sedih”
Continue reading

Proud of you my man…

yeahh.seperti biasa, ini postingan super telat,kejadiannya di maret kemarin, tapi baru sempat di posting hari ini *lap2blogpenuhdebu*..

Peristiwa ini “wajib” hukumnya buat diposting. salah satu moment penting bagi keluarga kami, yang mana (duh bahasa gw) buat sampe ke moment ini perjalanannya panjang dan gak bisa dibilang gampang. rela ngejalanin long distance sejak raihan umur 21 hariyang tentu saja penuh dengan cerita manis asem, jatuh dan bangun. juga keputusan besar ketika akhirnya aku ikhlas untuk resign dari kerjaanku dan mengikuti suami ke negeri nun jauh disana. banyak “ujian” yang harus kami lewati sebelum sampe ke tahap ini, salah satunya ketika aku sakit “agak serius” sampai harus dirawat dirumah sakit dalam jangka waktu yang lama. semua itu insya allah akan jadi kenangan manis yang insya allah bisa memperkuat ikatan kami.

Dan akhirnya Alhamdulillah wa syukurillah, perjalanan panjang itu akhirnya ”berakhir” sudah di 15 Maret 2012 kemarin. Yap suami saya telah resmi mendapatkan gelar doktornya di bidang ’natural science’ dari Universitas Bremen-Germany.

Gelar, harta atau jabatan hanyalah hiasan-hiasan kecil didunia mudah2an tidak menjadikan kami menjadi sombong dan tinggi hati, tapi sebaliknya semoga menjadi jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga bisa membawa berkah buat orang banyak. Amin.

Jika boleh membagi rasa suka cita ini, ingin kami berikan kepada orang-orang spesial di hati kami..

Kepada kedua mertuaku yang telah almarhum, yang sangat ingin melihat anaknya memakai baju kebesaran dan toga wisuda, sayangnya keinginan itu tidak sempat terwujud. Tapi saya yakin. Hari itu..dari sana..kalian melihat kami.

Kepada kedua orang tuaku tercinta, yang doa-doa dan kasih sayangnya tidak pernah berhenti mengalir untuk kami.

Kepada Saudara dan semua keluarga di Kendari,Bone, Bogor  dan Makassar..terima kasih untuk supportnya.. terima kasih untuk selalu ”ada” untuk kami

Kepada semua teman-teman dan keluarga besar Indonesia di Bremen, terima kasih untuk hati yang ikhlas dan semua bantuan kalian..semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.

Kurang lebih 4 tahun lalu, suami menemani saya diruang bersalin, dia kuat bertahan berdiri 6 jam disisi saya, tangannya tidak pernah lepas menggenggam saya, waktu itu saya yang akan melahirkan tapi dari raut mukanya dia yang lebih pucat dibanding saya..

Dan 4 tahun kemudian saya merasakan hal yang sama mendampingi suami selama 1,5 jam di ruang sidang rasanya koq saya yang lebih tegang dan mules.
Kita impas sekarang pap!!!! hehehe

Congratulations sayang..we are proud of you..

Dari tim cheerleader yang selalu penuh cinta
Mama, raihan dan baby inside

Continue reading

Fasching tag

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi, banyak cerita yang pengen aku bagi mudah2an bisa sempat nulisnya.
dimulai dari cerita yang happy2 aja dulu yah..
Di Jerman (atau eropa pada umumnya) tiap pergantian musim, kayaknya selalu ada tradisi melakukan sesuatu deh, seperti tradisi membawa lampion ketika musim gugur, dan ketika memasuki musim semi, tradisinya lain lagi,yaitu memakai kostum atau faschig tag.   Di setiap kindergarten dan SD, termasuk di sekolah Raihan biasanya itu hari yang paling ditunggu-tunggu. dan ternyata bukan cuma untuk anak-anak, orang dewasa juga melakukan hal yang sama. dan biasanya dihari sabtu akan ada karnaval kostum di kota. sayang tahun ini kami gak sempat nonton.

biasanya awal bulan Desember toko-toko sudah mulai ramai menjual aneka macam kostum. raihan sejak awal udah bilang kalau dia pengen pakai kostum bajak laut. pas jalan-jalan ke H&M eh ternyata jual kostum itu, tapi harganya masih mahal euy #makirit, aku pikir nanti2 aja deh belinya kalo udah mau deket hari H. eh  ternyata emang rejeki raihan, pas bulan januari si kostum di diskon dong setengah harga. Alhamdulillah langsung dibungkus deh.  Fasching tag di sekolah raihan jatuhnya pas hari jumat tanggal 17 februari 2012, alhamdulllah banget Allah maha baik, waktunya pas banget, aku baru aja keluar dari RS (yang ini nanti diceritain yah) jadi bisa menghadiri acaranya . Ini  “pesta” kostum pertama buat Raihan. Seru. Semua  murid tampil dengan kostum andalannya, dan ternyata gak cuma murid, guru2nya pun gak mau ketinggalan aksi. keren deh.
Its memorable!!!


Continue reading

Amnah’s kitchen-yang anget..yang anget

yup..seperti yang pernah saya bilang, musim dingin emang gak pernah sahabatan dengan diet, perut rasanya kosong terus, dan selaluuuuu aja berasa laper..jadi rajin modar-mandir ke dapur buat ngecek, kira-kira makanan apa lagi yang bisa diembat jadi kalo program dietku dipenghujung tahun ini agak sedikit gagal, yah #blamingthewinter..

gimana gak melar coba kalo “cemilannya” kayak gini, mie bakso pagsit atau coto makassar. saya tegaskan lagi yah, ini cemilan lohhh

 

 

 

Snow hunter in Harz

Winter 2011 ini membuat penonton kecewa, karena salju cuma turun 1 kali, yah 1 kali saja sodara-sodara. bukan cuma di Bremen, daerah selatan seperti Muchen yang biasanya saljunya lebat juga sama, seorang teman yang tinggal disana cerita kalo , tahun lalu tanggal segini  dia udah main seluncuran salju sama anak2nya, sekarang mana bisa, cuma ada rumput doank. Dan sepertinya winter tanpa salju juga melanda belanda dan belgia. si papa bilang winter tanpa salju bagaikan sayur tanpa garam , kecewa banget deh rasanya,mana ini tahun terakhir kami disini, masa gak ada poto2an edisi salju (teteup..motivasi narsis diutamakan).Raihan tiap bangun pagi selalu nanya,mama kapan saljunya udah turun? atau papa, kalau aku pulang sekolah saljunya udah ada? dia kepengen banget bikin boneka salju dan berkhayak jadi petugas pembersih salju seperti  cerita di kartun pororo atau the backyadigans, bahkan sekop saljunya udah minta dibeliin sejak…musim panas .

Dan akhirnya liburan akhir tahun kemarin kami memutuskan jadi tim pemburu salju. hehehe.. untunglah didaerah utara jerman salju masih turun, didaerah Hahnenkle, dekat pegunungan harz, kalau kata Rima, teman kami, itu seperti daerah puncak di Bogor, untungnya lokasinya gak terlalu jauh dari Bremen. Tanggal 30 Desember kemarin, kami berangkat kesana, gak cumakami bertiga, tapi juga ngajak Rima beserta misua dan khansa si gadis kecil.

Rencana awalnya kami berangkat dari bremen dengan menggunakan kereta pukul 7.19 pagi, dan subuh2 donk aku udah bangun nyiapin bekal , eh tiba2 si rima nelpon, dia baru ngeh, kalo tiket niedersachsen (yang akan kami gunakan ) mulai berlaku sejak jam 9, kalo dibawah jam itu berlaku tarif normal. jadinya diundur deh keberangkatan kami ke jam 9.19, aku langsung matiin kompor trus tarik selimut..tidur lagi hihih… fyi tiket niedersachsen ini memudahkan kalo kita mau traveling rame2, 1 tiket bisa dipake untuk 5 orang dewasa (raihan + khansa gratis), harganya 37 euro, kalo pake tiket biasa harus bayar 21 euro per orang, tuh jauh banget kan bedanya. hanya saja untuk weekdays, si tiket baru bisa digunakan mulai jam 9 sedangkan kalo wiken bisa berlaku 24 jam. dan si tiket niedersachsen ini udah berlaku pulang pergi loh (jatuhnya murah banget kan..)

Perjalanan dimulai dari Bremen menuju Hannover, kira2 memakan waktu 1, 5 jam. trus dari Hannover ke Gozlar (naik kereta lagi) kira2 1.15 menit. tiba di Gozlar kami harus menunggu +/- 20 menit untuk menunggu bus yang akan membawa kami ke Hahnenkle. Perjalanan ke Hahnenkle kira2 20 menit. sekitar jam 12 siang kami sudah sampai di TKP. Alhamdulillah pencarian salju berakhir, raihan girang bukan main, semua yang ada dibayangannya tentang salju akhirnya kejadian juga, saking girangnya dia makan siang cuma dikit gara2 semangat main salju. Bukan cuma raihan yang girang sih, kami juga senang banget, liburan hemat ini berkesan banget, gak perlu jauh2 ke alpen, sensasi winter holiday (main boneka salju.lempar2an bola salju, seluncuran dan naik cable car) udah bisa kami rasakan di Hahnenkle (tapi gak nolak juga kalo diajak ke swiss beneran)…#uhuk