episode farewell-Raihan’s last in KITA Bremen

Saya termasuk tipikal orang yang sensitif dan  gampang banget ngeluarin air mata atau dengan kata lain #cengeng , hal-hal atau kejadian kecil aja yang terjadi dan menyentuh hati langsung deh bikin saya mewek. Apalagi di minggu2 terakhir kami di jerman, banyak sekali cerita dan peristiwa  yang membuat saya terharu, apalagi kali ini judulnya kami akan “back for good”. semua cerita dan kenangan selama kami disini seakan menari-nari dikepala saya. terekam jelas di memori dan akan tersimpan dihati selamanya..Dulu saya pikir, kalau sudah tiba saatnya akan pulang nanti pasti saya akan bersorak kegirangan  karena akan segera meninggalkan jerman yang   “kaku”,dingin dan “sombong”  ini. tapi ternyata tidak segampang itu,  dibalik kekakuan dan kesombongannya, jerman telah mampu mencuri hati saya. yah saya menemukan “kehangatan” disini..

Salah satunya ditempat ini, disekolah Raihan…hampir tiap hari saya berada disini, bahkan diawal2 raihan sekolah, saya cukup lama menghabiskan waktu disini, karena raihan masih beradaptasi dan belum bisa ditinggal. Disekolah ini saya melihat dan belajar banyak hal, tentang ketulusan,kasih sayang, kedisiplinan dan tentu saja cerita masa kanak-kanak yang indah. teman2 kelas raihan hapal banget sama saya, kalau saya datang menjemput, mereka langsung teriak “arsya (raihan dipanggil dengan nama depannya disini) deine mama ist komee..(arsya mama kamu datang) atau gucke da ist mama arsya (lihat itu mama arsya), beberapa dari mereka suka menghampiri saya sekedar say hello, bertanya tentang sesuatu (meski saya gak sepenuhnya ngerti bahasanya) atau sekedar “memamerkan” barang2 barunya (seperti jaket ato sepatu baru) atau bahkan “melaporkan” kejadian hari ini, seperti arsya gak mau makan, atau arsya tadi jatuh dll. Ahh selalu menyenangkan berada didekat anak2 itu.dikelas raihan ada 20 orang anak, dan saya hapal semua namanya. gurunya sampe “takjub” waktu tau tentang hal ini , dia bilang “wah sepertinya kamu cocok jadi guru disini

Demikian pula dengan guru2nya. saya suka banget dengan guru-guru disekolah raihan . mereka keliatan cinta dan  total banget dalam melakoni pekerjaannya. udah gitu keliatan tulus banget, sepengamatan saya, gak pernah saya melihat pilih kasih atau memperlakukan spesial seorang anak, Disekolah raihan ini muridnya multietnis, semua diperlakukan sama. Terinsirasi dengan mereka, saya jadi punya cita2 bikin sekolah kayak gini di Bogor. minta doanya yaa

Dikelasnya Raihan diasuh oleh 2 orang guru, Frau Sarah dan Frau Janine, saya suka banget sama mereka berdua, orangnya baik bange dan sangat helpfull.
Pernah suatu saat saya lagi belanja di kota, tiba2 dapat telepon dari sekolah yang mengabarkan kalau raihan kurang sehat, segera saya mengakhiri belanja saya dan langsung naik trem menuju sekolah. tiba disekolah, saya mendapati raihan dalam dipeluk oleh Sarah diruang tunggu, katanya sepanjang hari raihan rewel dan nangis terus, saya terkesan dengan cara Sarah “menjaga” raihan,cara dia memeluk dan menenangkan raihan seperti anak sendiri. Begitu juga dengan Janine. waktu saya sakit, kata papa setiap hari dia selalu menanyakan kabar saya, pas saya udah sembuh dan bisa antar jemput raihan lagi, dia langsung menghampiri saya dan bilang “saya ikut bahagia liat kamu udah sembuh, waktu kamu sakit, raihan “auranya” keliatan beda, dia agak murung dan kami juga sedih”

Disekolah raihan banyak kegiatan yang terkadang memungut iuran atau mengharuskan orangtua membeli/menyiapkan barang tertentu.  tapi sifatnya gak maksa, kalau orang tua mampu silahkan tapi kalo gak yah gak papa. seperti waktu pesta kostum. seminggu sebelum pesta kostum Janine mendatangi saya pelan2 dia ngasih tau tentang pesta kostum ini, trus dia bilang, “biasanya anak2 disini pakai kostum dan orangtuanya yang nyediain, tapi kalau kamu gak bisa, gak apa2, raihan bisa pake baju biasa aja”. atau ketika raihan pergi nonton teater yang mewajibkan untuk membayar 5 euro, dia keliatan “berat” banget buat meminta. intinya mereka gak mau kalau sekolah itu sampai membebani kami, para orang tua.saya suka dengan cara mereka.

Masih banyak banget cerita tentang sekolah raihan, yang kalo diceritain semua bisa sampe 5 episode, kenangan akan sekolah ini sudah rapi tersimpan disalah satu sudut hati saya.  Minggu2 terakhir sebelum kami pulang, saya suka datang lebih cepat untuk menjemput raihan, tapi tidak langsung masuk kelas, saya suka mengamati tingkah laku raihan bersama teman2 dan gurunya, kadang saya melihat raihan lagi ketawa cekikikan sambil digendong sarah, atau raihan sedang dibantu memakai sepatu oleh “kakaknya” disekolah ini berlaku sistem kakak-adik), atau sedang membantu janine mendorong gerobak makan siang menuju dapur dll. Sebulan sebelum kami pulang Janine selalu menanyakan pertanyaan yang sama? kapan kalian pulang? apakah akan balik kesini lagi? katanya dia sedih dan agak2 gak “rela” melepas raihan

Dihari terakhir raihan sekolah,kebetulan cuaca lagi cerah jadi murid2 boleh bermain diluar sekolah, saya melihat dari balik pagar, bagaimana raihan bermain dan teman2nya,  dibalik pagar saya nangis, ah saya terharu, entah kapan lagi raihan bisa ketemu dengan teman-teman dan gurunya, pun mungkin kalau suatu saat mereka bertemu, keadannya sudah beda. saya sangat menikmati momen2 itu. Yang jelas saya tahu, dimemori raihan akan selalu terkenang masa kecilnya bersama teman2 dan gurunya disekolah ini.

Awalnya kami berencana untuk bikin pesta perpisahan kecil2an disekolah pengen bikin kue2 kecil dan dibagikan ama teman dan gurunya, tapi berhubung kondisi saya waktu itu yang baru pulih dari sakit ditambah lagi anak2 disana gak bisa sembarangan makan dari orang lain, akhirnya Perpisahan raihan “cuma” foto2 dan salam2an. sayangnya lagi  hari itu ada 6 orang teman raihan yang absen,  dan juga Janine gak masuk karena ada acara lain. jadi gak bisa foto2 lengkap deh

Auf Wiedersehen frau janine, frau sarah und meine freunde
till we meet again…

 




 

One thought on “episode farewell-Raihan’s last in KITA Bremen

  1. jadi ikutan sedih juga bacanya. apalagi sekolah dan teman2 raihan menyenangkan ya, kan susah menjadi betah di kampung orang kalo engga karena lingkungan yang nyaman. mudah2an jadi kenangan yang indah buat raihan. sehat2 ya amnah & calon ade raihan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s