Hari ke dua – journey to sahara

Petualangan hari kedua dimulai..jreng..jreng

Asyiknya liburan di maroko adalah karena kami gak dibangunkan oleh alarm, tapi oleh adzan subuh.Subhanallah,sudah lama gak denger adzan berkumandang selain dari laptop hiks.jam 6.30 kami sudah siap trus sarapan, dan ehm the best partnya dari hotel kami ini adalah restonya ada di atas atap, yess breakfast @ the toop of roof sambil menikmati udara maroko di pagi hari itu keren jenderal. dan yang bikin spesial pagi itu adalah lagu happy b’day dari raihan dan papa buat saya .yess hari itu saya berulang tahun yang ke 31..ehm. tapi tidak ada kue tart untuk tahun ini adanya cuma roti maryam hehehe

sangat2 menyukai gambar ini

Duh enaknya kalo lagi liburan semua serba dilayanin

Sarapan belum kelar, mobil jemputan udah datang. Untuk tur ke sahara kami membayar 65 euro per orang, raihan gratis. tarifnya sih bervariasi,pengelaman teman yang ikutan tour juga pas kesini, dia  dikenakan 70 euro. horee kami lebih murah 5 euro #penting  . Dari hotel kami menuju ke suatu tempat di dekat2 Djema al Fna, disana ternyata ada 3 buah mobil lagi, kami menunggu sekitar setengah jam sampe akhirnya keempat mobil pun berangkat barengan, tapi dalam perjalanan cuma 2 mobil yang selalu deketan (mungkin oleh tour guidenya sengaja dijadiin 1 group gitu) dan perjalanan ke sahara dimulai.Bismillah.

perjalanan baru dimulai..senyumnya masih lebar


Di mobil kami ada 13 orang (termasuk sopir), 1 pasang suami isteri muslim dari algeria,2 pasang suami istri dari skotlandia,2 orang perempuan dari Belanda, 1 orang laki-laki muda lupa dari negara mana, plus kami bertiga. Perjalanan dimulai tepat pukul 8 pagi. sempat singgah di 2 spot yang menarik buat turis..ini satu diantaranya


setelah dari sini, perjalanan mulai tidak menyenangkan, medan yang ditempuh semakin sulit, terus menanjak dan berkelok-kelok, duh perut rasanya kayak diaduk2. mual banget. raihan udah mulai rewel. dan pas kami mobil kami berhenti di spot yang ketiga, raihan nangis, aku liat jam waktu itu sekitar pukul 11 siang, iseng2 papa raihan nanya ke sopirnya kira2 kapan akan tiba di zagora (tempat tujuan) sebelum ke sahara, dan bapak sopir itu ketawa..sambil ngomong “ ini belum ada apa2nya..masih jauhh banget..tiba di zagora kira2 pukul 5 atau 6 sore”. duh.. gimana ini..raihan rewel terus sementara perjalanan masih jaun..duh papa pengen pulangggg ..Pasangan suami isteri dari algeria mendatangi kami, sang suami bilang..”perjalanan ini memang berat, kita aja yang orang dewasa gak nyaman apalagi anak kecil kayak raihan, dia bilang kasih tau saya aja yah,kalo misalnya diperjalanan kamu pengen berhenti dulu, nanti saya bilangin ke pak sopirnya”.

Dan perjalanan kembali di lanjutkan, raihan masih agak rewel tapi kami coba alihkan perhatiannya,mulai dari main game,bernyanyi atau ngemil, kami usahakan dia makan terus biar perutnya gak terlalu mual..sementara jalanan yang kami tempuh semakin menanjak dan berkelok-kelok. 2 orang Perempuan dari Belanda meminta izin ke sopirnya untuk pindah tempat duduk ke depan, dekat sopir, dia gak tahan katanya duduk dibelakang, perutnya mual.

Alhamdulillah akhirnya raihan tertidur di pangkuan si papa, aku berdoa mudah2an raihan bangunnya pas jam makan siang jadi gak terlalu ngerasain perjalanan yang berat ini, kasian banget aku ngeliatnya... tapi koq ini udah jam 12 lewat koq kita belum berenti makan siang yah..duh pak sopir eike laparrr…..dan jam udah menunjukkan pukul 2 siang ketika mobil kami singgah di sebuah restoran...hore makan siang !!!..eh tapi ternyata belum sodara2, masih ada 1 tur lagi yang akan kami ikuti yaitu route the kasbahs @ ait Benhaddou. sebelumnya kami dibagi beberapa kelompok yang masing2 dipandu oleh seorang guide. dan kami pun berjalan kaki menuju ke lokasi.


bokk..jalan kaki disiang bolong dengan matahari 35 derajat dan perut kelaperan kayaknya bukan pilihan menyenangkan tapi entah mengapa justrru bikin kami tertantang dan semangat untuk terus berjalan  menuju kasbah 


jadi kasbah ini kampung khusus yang didiami penduduk lokal (saat ini ada sekitar 10 kk yang tinggal disana) dulunya cukup banyak namun beberapa diantaranya udah pindah. coba perhatikan gambar diatas, ada 1 bangunan kecil yang paling diatas. itu namanya al ghadi (cmiiw), jadi semacam bank yang mengurus segala transaksi keuangan penduduk kasbah. di sepanjang perjalanan menuju kasbah banyak toko souvenir, mulai dari syal,keramik dan tentu saja kaftan

ini kaftan maroko asli bukan kaftan syahrince

oh ya sebagian scene dari film gladiator syutingnya disini dan sebagian lagi di itali tentunya

menuju ke kasbah gak gampang euy, karena konturnya menanjak. raihan sih enak di bopong papa. tapi tak papalah..mudah2an bisa bikin saya kurus hehe

tur ini memakan waktu kurang lebih 1 jam, dan setelah tur selesai, kami pun menuju restoran, saking laparnya aku bilang ke papa..mama bisa makan 1 ekor sapi sendiri nih hehehe.. eh ternyata pasangan suami istri dari Algeria itu gak ikutan tur, dia bilang istrinya udah gak tahan, dah laper banget,jadi selama kami tur mereka udah makan di resto.

sekitar jam 3 siang, perut kenyang sholat pun udah, perjalanan pun dilanjutkan lagi..dan ternyata jalannya semakin menanjak sodara..menuju pegunungan batu yang sangat tinggiiiiiiii (huruf i-nya harus banyak) sekali.semakin berkelok2  dan semakin bikin mual. untung aku bawa minyak telon lumayan bikin segeran,raihan mulai rewel2gitu tapi masih bisa di handle..jujur deh waktu itu aku udah mulai patah semangat,ini kita mau kemana sih koq gak nyampe2 sih hiks…kalo jalanan lurus2 aja sih gak papa. etapi gak boleh ngeluh yah..coba dinikmati aja.

Dalam perjalanan kami  kali melewati beberapa kampung atawa desa yang cukup ramai..buat ngilangin bosan aku suka merhatiin perempuan2 yang berjalan kaki dengan menggunakan pakaian khas mereka, duh sayang gak sempat moto (udah gak ada tenaga buat moto2 waktu itu)..pakaiannya menarik loh, ..semacam gamis gitu tapi ada selendang tipisnya..ada yang berjalan sambil menggendong anak, naik keledai, menjinjing kayu di atas kepala ada juga gadis2 remaja yang bercengkrama dengan temannya. keliatan mereka enjoy banget. padahal waktu itu panasnya luar biasa deh (udah biasa kali mereka ya)

dan sekitar pukul 5 lewat akhirnya kamipun tiba di zagora. zagora ini kota kecil, tapi ramai loh, bank,hotel,kafe,toko2 banyak di sana.Zagora adalah kota terdekat dari gurun sahara. tapi kami gak turun cuma melihat dari mobil saja. dan kemudian kami tiba disebuah perempatan, sang supir bilang ke kami, silahkan turun untuk istirahat sejenak, bisa juga kalo mau ke toilet dan jangan lupa beli air minum, karena sebentar lagi kita menuju gurun, disana gak ada air. dia menyarankan masing2 orang membeli 2 botol air minum. dan kamipun menyerbu warung kecil itu.

Setelah itu mobil jalan lagi dan tak berapa lama berhenti di suatu tempat. 5 berber people beserta puluhan unta berbaris menyambut kami..dan inilah saatnya camel trekking..duh si raihan nangis..”mama aku gak mau naik unta teriaknya“” (padahal sebelum2nya dia semangat pengen ngerasain naik unta)..boo jangankan anak kecil, emaknya aja sampe keringetan…duh kasian denger raihan nangis..tapi bismillah..akhirnya diapun mau naik unta

Ternyata naik unta itu menyenangkan, awalnya aja yang bikin ngeri tapi pas udah diatas asik loh. dan si raihan kembali ceria..dia ketawa terus sepanjang jalan dia bernyanyi..dia bilang “mam untanya boleh dibawa pulang gak?? mau aku ajak ke Bibiliothek (perpustakaan)” hahaha-

sekitar kurang lebih 1,5 jam naik unta akhirnya tibalah kami di Sahara (setelah menempuh jarak kurleb 300 km dengan 10 jam berkendara mobil).thanks god..finally .sayang karena rombongan kami telat, gak sempat liat sunset di gurun sahara..tapi gak papalah kan masih ada sunrise

setelah istirahat bentar, kami dijamu oleh berber people..disuguhin whisky marrocain alias mint tea khas maroko. kami duduk membentuk lingkaran..dan ketika gelas2 teh sudah penuh terisi, si gelas diedarkan  sambil menyebut kata “caravan” ..jangan tanya aku  artinya apa yah

abis itu makan malam

trus lanjut ngobrol dan menari bersama..aku gak ikutan karena raihan udah ngantuk



Dan benar deh apa ka teh ninit @istribawel “travelling itu adalah membeli pengalaman”.malam itu akhirnya ngerasain juga tidur ditenda di tengah gurun sahara..thanks god

Hari ini rasanya campur aduk,banyak pengalaman baru yang didapat, yap..perjalanan menuju sahara ini emang gak mudah…rintangannya berat..butuh perjuangan dan semangat yang tinggi tapi ketika tiba disana..subhanallah indahnya luar biasa. mudah2an perjalanan ini jadi pengandaian untuk kehidupan kami,bahwa untuk meraih sesuatu yang indah tentu bukan hal yang mudah, penuh pengorbanan, tapi insya Allah, semua akan bisa dilalui apabila dijalanin bersama2..Terima kasih untuk umur panjangnya ya Allah.dan terima kasih untuk kadonya yang indah suamiku sayang..

Happy birthday to me

…..masih ada sambungannya

2 thoughts on “Hari ke dua – journey to sahara

  1. Subhanallah.. Pengalamannya seru banget mbak. Kebayar ya, perjalanan 10 jam. Rada was2 juga ya kalo bawa baby, apalg kalo anak bosenan. Disini juga ada wisata gurun gitu. Sayang lupa harganya berapa. Tapi pengalaman ke gurun sahara itu gak ada duanya ya🙂

    • mba astrid di jeddah atao qatar?aku punya temen (barangkali kenal) namanya jihan davincka, dia di jeddah, kemarin dia juga jalan ke gurun (masuk di TUM tuh). kalo mau kesini tunggu Ganesha agak gede deh dan bener dalam kondisi fit. kasian soalnya, medannya berat euy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s