corat coret

Minggu lalu, temen suami main kerumah, sepasang suami istri, mereka punya anak 3, 1 diantaranya seumuran raihan. Yah namanya orang tua (cie..) pasti obrolannya gak jauh2 dari tingkah dan kelakukan anak, Mbak Nani sang istri bilang, “wah kamu enak nih, tembok rumah kamu masih “aman”, coba deh kamu kerumah aku. udah gak ada lagi tembok yang polos semuanya udah dipenuhin “hasil karya” arun dan arin (anak mereka)” .Waktu itu aku bilang ” alhamdulillah mbak, raihan sampe sekarang masih senengnya coret2an di kertas aja” Dalam hati ughh gak ngebayangin gimana kalo tembok rumah penuh dengan coretan

Dan semalam, lagi asyik main berdua raihan di kamar,kemudian dia minta pulpen, aku pun ngasih berikut kertas kosong tempat buat corat-coret dia..tapi dia gak ngambil kertas itu dan tiba-tiba dia beralih ke dinding deket tempat tidur aku dan whoaaaaaaaaaa…dia memulailah aktivitas barunya..mencorat-coret dinding.. awalnya dia agak2 gak berani pas ngeliat aku..aku juga sempat ngelarang..tapi aku pikir kalo dialarang2 ntar dia gak kreatif jadinya..hiks akhirnya aku merelakan tembok kamar aku jadi “lahan kreatifitasnya” hiks…

dan inilah gaya raihan dan hasil karyanya

2 thoughts on “corat coret

  1. Hehehe semua anak sepertinya melewati fase corat coret tembok. Tembok dan pintu rumah juga sudah jadi “korban kreatifitas” Dita😀 . Namun saya sih pelan-pelan memberitahu anak untuk kalau corat coret itu di kertas bukan di tembok/pintu. Walau kadang bandel *namanya juga anak2* tapi setidaknya pelan2 di beri pengertian. Keep creative Raihan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s