ketika waktunya tiba (weaning with love)

Yang namanya seorang ibu, rasanya pasti bangga dan bahagia banget menyambut setiap setiap tahap perkembangan buah hatinya Begitu juga dengan saya

Saya tersenyum bangga ketika leher raihan udah bisa tegak,
saya melompat kegirangan ketika raihan bisa tengkurap,
saya bertepuk tangan ketika lihat  raihan bisa duduk,
saya tertawa-tawa ketika raihan bisa merangkak,
saya  menari gembira ketika raihan bisa berjalan

semuanya penuh dengan suka cita, tapi tapi ketika raihan masuk tahap menyapih saya  sambut dengan linangan air mata. *serius* , ternyata tidak mudah yah menjalaninya , Saya sering baca diblog pengalaman ibu-ibu menyapih anaknya.belajar dari sana, akhirnya saya memutuskan bahwa saya akan membiarkan raihan menyapih dirinya sendiri, meskipun telah lewat 2 tahun, selama dia masih mau nenen, saya akan memberikannya. Biarpun sudah sering “diledek” sama tante-tantenya, saya gak nanggepin,pasti akan ada masanya dia berhenti, toh raihan gak bakalan nenen sampe SD kan hehehe..

Tapi kita manusia cuma bisa punya rencana, Allah Sang Maha Pemilik kehidupanlah yang menentukan, masuk usia 23 bulan gigi geraham bawah raihan tumbuh, jadi  udah lengkap sekarang, geraham atas dan bawah.  Dan munculnya si geraham bawah inilah yang merubah segala rencana. dari awal raihan tumbuh gigi sampe muncul geraham atas, alhmdulillah sama sekali gak ada masalah ketika dia nenen, gak  ada acara gigit2an, paling kalo dia sedang iseng, tapi begitu mata saya “bicara” dia pasti akan berhenti. Tapi gak begitu halnya ketika si geraham bawah ini muncul..

Ketika itu, tiba-tiba saja menyusui tidak lagi menjadi kegiatan yang menyenangkan buat saya, setiap raihan menarik tangan saya minta nenen, saya ketakutan, karena dia seperti monster kecil  yang siap menerkam saya hihihi lebay, mungkin dia gak bermaksud buat gigit yah dan bisa jadi ini juga diluar kehendak dia.terjadi refleks begitu saja, karena masih penyesuaian  sebab geraham atas bawahnya sudah lengkap. Tapi maafin saya nak, saya gak kuat menahan rasa sakitnya. Saking sakitnya saya sampai menangis. Untuk ngurangin rasa sakit, setiap raihan mau nenen saya siapin handuk kecil, jadi kalo dia mulai gigit-gigit saya juga mengigit handuk kecil itu. Pernah saking gak tahannya saya teriak. Suara kencang saya spontan bikin raihan kaget, dan tau gak gimana reaksinya? Dia berhenti nenen, bibirnya gemetar, air matanya keluar,,dia mengira saya marahain dia..hikssssss..bukan sayang,..mama gak marah sama raihan…

Raihan anak yang pengertian, Setiap mau nenen, kami  berdua bernegosiasi dulu, “ Raihan boleh nenen, tapi jangan digigit yah”  kata saya  dan dia mengangguk tanda setuju. Tapi yah seperti yang saya bilang tadi, mungkin ini refleks, diluar kemauan dia, karena gak berapa lama pasti dia gigit lagi.. perihnya minta ampun deh.. Mama saya ngusulin buat ngasih “ramuan” yang pahit-pahit untuk ditempelin di PD biar raihan gak mau nenen lagi. Tapi saya menolak,.saya gak tega, dua tahun yang lalu, saya menangis karena raihan belum tau cara nenen dan selama dua tahun kami menikmati momen menakjubkan berdua, masa harus diakhiri dengan cara “tragis” seperti itu. Saya gak rela…

Suatu malam saat dia nenen dan lagi-lagi dia gigit, saya menangis tersedu, melihat saya menangis, dia menatap lekat mata saya, dan kemudian berhenti nenen. Akhirnya malam itu  menjadi malam pertama yang dia lewatkan tanpa nenen. Dia sempat tebangun 2 kali, saya kasih air putih dan alhamdulillah dia mau..

Malam berikutnya dia juga terbangun,minta minum..meski sempat grasak-grusuk alhamdulilah dia mau minum UHT dan air putih.. dan malam kedua sukses terlewati lagi..Ketika pulang istirahat di rumah  pas jam makan siang, dia juga udah gak minta nenen, dia Cuma minta ditemanin nonton sambil ditepuk2 pantatnya atau di usap-usap kepalanya

Malam ketiga, dia terbangun, minta nenen, saya ngasih UHT dia nolak saya saya sodorkan air putih, dia gak mau..dia nangis terus.suaranya menyayat hati..bikin “pertahanan” saya hampir goyah..rasanya pengen buka kancing baju ini dan ngasih nenen. Tapi kemudian saya mikir, kalo saya ngasih, berarti proses menyapih ini gagal dan harus dimulai dari nol lagi. Alhamdulilah..setelah beberapa saat, dia berhenti nangis kemudian tertidur dengan sendirinya (duh kasian anak mama)

Sampai sekarang, udah hampir dua minggu berlalu, ternyata raihan sukses menyapih dirinya sendiri, beberapa kali dia bilang “nenen mama” tapi begitu saya bilang tidak sambil geleng kepala dia gak minta lagi…Perasaan saya campur aduk, sedih  sudah pasti, sedih membayangkan bahwa sekarang tidak ada lagi “nenen time” momen menakjubkan yang sekaligus membanggakan buat saya sebagai seorang ibu, karena hanya dengan menyusui, fungsi saya sebagai ibu tidak tergantikan, raihan bisa dimandiin, disuapin, dipakein baju dll dengan orang lain.. tapi kalo menyusui..hanya SAYA yang bisa melakukannya….


Terkadang kalau dia terlelap, saya perhatiikan wajahnya  setelah hampir dua tahun menjalani proses ini,  rasanya tidak percaya bahwa pada akhirnya “waktu” kami telah selesai, dan kami benar-benar harus “berpisah’ sekarang. Tetapi walaupun sedih, saya bersyukur karena “perpisahan” kami dilakukan dengan cara yang indah,karena dilakukan atas kesadaran raihan sendiri..Mama bangga sayang

Ada hikmah besar yang saya dapat dari proses penyapihan ini, saya benar-benar meneguhkan hati, bahwa saya tidak akan berlama-lama lagi menjadi ibu bekerja. Karena dari sini saya melihat bahwa masa tumbuh kembang anak hanya sebentar, dan tidak akan pernah terulang kembali. Saya tidak mau kehilangan masa-masa itu.Saya seorang ibu, surga saya adalah ketika melihat senyum anak saya.

PS : banyak hal yang berubah setelah saya tidak lagi menyusui ,Bra menyusui saya akhirnya saya pensiunkan, saya juga sudah bisa lagi pake baju kaos (yang tanpa kancing depan) dan kabar baiknya untuk kamu beib..now my b””” is totally yours..Bhawhahahaha LOL

4 thoughts on “ketika waktunya tiba (weaning with love)

  1. Wah, ka Raihan udah mulai disapih neh Mom. Alhamdulillah yah bisa sukses menyapihnya.

    Btw gw geli banget sama kata2 terakhirnya. Hihihi, kembali kepada pemilik awal duks nenen dirimyu🙂

  2. Waw congratz ya raihan udh berhasil disapih🙂 meski pake acara sakit dulu nenennya tp alhamdulillah raihan pengertian ya..
    Sama banget, aku juga baru aja berhasil nyapih kyara udah seminggu dan alhamdulillah kyara jg kooperatif, nggak sesulit yg aku bayangin sebelumnya.
    Kita memang gak pernah tau ya gmn akhir menyusui anak kita, berapa lama dan pakai cara apa menyapihnya. Insya Allah itu smua udh yg trbaik ya, raihan pun udh puas bisa nenen selama 23bln.
    Sehat terus ya raihan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s