Petualangan si Pliko

Stroller adalah barang yang menempati urutan pertama dalam daftar barang2 yang saya bawa ketika berangkat ke jerman..Papa raihan wanti2 jangan sampe lupa bawa stroller karena acara jalan2 kita nanti beneran “jalan” dalam arti sebenarnya apalagi waktu itu raihan belum terlalu lancar jalan..kan bisa pegel.com kalo harus gendong raihan kemana-mana hehehe

Ada cerita lucu ketika di bandara CGK sambil menunggu waktu check in, saya dan teman saya yang setia mengantar  duduk2 sambil ngobrol di salah satu kafe..sementara raihan dan anak teman saya itu asik bermain..mereka bergantian mendorong stroller raihan,tiba2 saya mendengar celetukan seseorang di samping saya kepada temannya..kebetulan mereka duduknya tidak jauh dari saya..jadi saya bisa mendengar dengan jelas suaranya Orang itu bilang ke temannya “ eh tau gak sih..sekarang ini kalo lu ke Mall2 orang2 gak akan lihat tas merek apa yang lu tenteng..tapi orang akan lebih merhatiin stroller merek apa yang lu pake untuk anak lo.” . Mendengar ocehan orang itu saya tertawa ternyata sekarang stroller udah jadiin alat mendongkrak “harga diri” alias prestise yah heheh

Saat ini bisa dibilang stroller merupakan satu satu kebutuhan pokok bayi..(nomor 3 setelah ASI & Diaper hehe), bahkan Maskapai penerbangan Emirates pun sangat memahami kebutuhan ibu terhadap stroller ini. Begitu saya mendarat di Dubai..saya melihat  dibeberapa titik tertentu di bandara ini terdapat deretan stroller yang khusus disediakan bagi penumpang transit yang akan mencari gate lanjutan mereka (gak kebayang rasanya mengitari bandara dubai yang maha luas itu dengan mengendong raihan hehe)

Di Indonesia stroller hanya bisa digunakan di tempat2 tertentu misalnya  ketika jalan2 di Mall atau di kompleks perumahan..sedangkan di Eropa..kemanapun sang ibu pergi..pasti dia akan membawa sang bayi beserta strollernya. Tidak punya kendaraan pribadi?? Jangan khawatir..karena di angkutan umumpun (bus, trem & kereta) kita bisa membawa stroller, terdapat space khusus untuk bayi +stroller,manula dan penyandang cacat…Suatu waktu bus yang kami tumpangi sarat penumpang, namun begitu kami naik dengan membawa stroller, penumpang yang lain langsung bergeser, karena sang empunya hak ada hehehe..(salut buat orang2 Eropa yang sangat mengerti Manner)

Oh ya  selama jalan2 disana banyak banget  hak2 istimewa alias previllage yang kami dapatkan karena kami membawa bayi beserta stroller..mau naik kendaraan umum pasti kami didahulukan, mau masuk lift juga begitu. Jadi ingat, waktu itu kami lagi di Berlin, rencananya kami masuk ke gedung parlemen jerman  (deutcsh bundestag) tapi begitu melihat deretan panjang  orang2 yang sementara antri, nyali saya ciut,,ditambah lagi waktu itu saya lapar dan cuaca sangat  dingin,, gak sanggup deh kayaknya harus ikutan antri. Kayak gini ( lihat foto-red)

Tapi papa raihan bilang ayo kita harus masuk ke gedung itu, kapan lagi bisa kesini.Tar yah papa ke bagian informasi dulu kali aja ada “jalur khusus” dan 5 menit kemudian papa raihan menghampiri saya  kembali dengan kabar menggembirakan, bahwa  tersedia.”jalur khusus” untuk kami orang tua yang membawa bayi + stroller..akhirnya kami memasuki gedung itu semulus jalan tol gak pake macet alias antri lagi hahaha..lucky us

Di museum Louvre Paris bahkan ada eskalator yang didesain khusus untuk 3 pemakai (ortu & bayi berstroller,manula,penyandang cacat) dengan petugas khusus yang selalu siaga, Eskalator itu berbentuk silinder/tabung tanpa atap dan posisinya mengitari tangga manual..(lifat foto)

Beberapa pengunjung mencoba bernegosiasi dengan petugas, mereka bermaksud untuk naik eskalator khusus itu juga, karena eskalator biasa harus antri tapi petugas2 disana mah mana ada yang kenal kompromi heheh

Begitu kembali di Indonesia, karena belum memiliki tiket lanjutan ke Kendari terpaksa saya harus naik ke atas (terminal keberangkatan) karena disana counter penjualan tiket dan itu berarti saya harus naik lift, selain saya.dan raihan di strollernya,.ada seorang karyawan salah satu resto bandara yang  yang membawa bawaan sangat banyak ,juga sedang menuggu lift. Begitu pintu terbuka saya yang terbiasa “diistimewakan” langsung melangkah masuk2.tiba2 si karyawan itu menyalip saya dan bilang maaf bu saya harus buru2 ini barang bawaan saya banyak..ibu nunggu aja lift berikutnya yah…
What?? Gak sopan banget orang ini, apa gak liat yah saya membawa bayi & stroller, saya harus didahulukan donk pikir saya...tapi detik berikutnya saya tersadar..oh lala ini bukan di eropa,  saya sudah berada di Indonesia sekarang .Welcome home…hahaha

PS : meskipun stroller mahal nan keren berseliweran di jerman..saya tetap bangga dengan stroller raihan. Si Pliko merah yang kami beli di toko Lavie Bandung seharga 259 ribu ini..performancenya oke banget,.tangguh disegala medan hahaha. Dengan body ramping dan di lengkapi keranjang keci; di bagian bawah tempat kami menyimpan selimut,botol minuman serta bekal makanan kalo lagi jalan2, Si pliko menjadi saksi perjalanan liburan kami.. Gini2 si Pliko udah keliling Eropah lohhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s