SAYA NGGAK BUTUH PORTIR !!!

Jauh2 hari sebelum berangkat, papa raihan udah wanti2, bawa barangya gak usah banyak2 selain takut over bagasi (biaya over bagasinya mahal boo)..papa raihan juga ngasih tahu kalo di bandara itu gak ada portir, kasian mama ntar ngangkat berat2 gitu

Begitu nyampe di bandara hamburg, sms papa raihan masuk. “Welcome to Bremen Honey,,papa udah nunggu diluar ya, gak bisa masuk ke dalam, mama ambil trolly trus kalo gak bisa sambil gendong raihan, minta tolong aja sama securitynya,btw mama udah siapin kan koin 1 euro untuk pake trolly??”

Bahwa di Bremen tidak ada portir saya sudah tahu,,bahwa untuk memakai trolly kita harus masukin koin1 euro juga udah saya tahu..tapi Masalahnya SAYA LUPA MEMBAWA KOIN 1 EURONYA…(Padahal sebelum berangkat saya sudah mencatat dengan rapi barang2 yang harus di bawa..dan saya yakin banget mempersiapkan koin euro sudah ada lama listnya..mungkin terlewatkan oleh saya..yeah no bodys perfect)

Dengan semangat pantang menyerah saya mendekati tempat dimana trolly2 tsb berderet rapi..disampingnya ada bapak2 yang mungkin tugasnya menjaga trolly2 itu.(saya bilang mungkin..karena saya juga gak tau pasti tugas bapak itu apa sebenarnya)..kepada bapak itu .saya menyodorkan uang pecahan 50 euro dan berharap si bapak punya uang kembalian..tapi ooh dia menggelengkan kepala dan musnahlah sudah harapan saya untuk menggunakan trolly itu..dan itu berarti saya harus mengangkat sendiri koper merah seberat 30 kg, selain tas cangklong gede dengan berat +/- 4 kg, plus stroller dan tentu saja menggendong raihan..Oh god..beri saya kekuatan…tapi Allah maha penyayang.baru 4 langkah saya menjauh dari tempat penyimpanan trolly, tiba2 ada seorang laki2 menghampiri (saya menyesal tidak mengingat persis wajahnya) dan dengan ramah menyodorkan koin 1 euro untuk saya. Sambil berkata dalam bahasa jerman “ini untuk kamu “(saya menebak2 aja artinya hehe) sebelum berangkat, papa raihan udah wanti2, bawa barangya gak usah banyak2 selain takut over bagasi (biaya over bagasinya mahal boo)..papa raihan juga ngasih tahu kalo di bandara itu gak ada portir, kasian mama ntar ngangkat berat2 gitu

Begitu nyampe di bandara hamburg, sms papa raihan masuk. “Welcome to Bremen Honey,,papa udah nunggu diluar ya, gak bisa masuk ke dalam, mama ambil trolly trus kalo gak bisa sambil gendong raihan, minta tolong aja sama securitynya,btw mama udah siapin kan koin 1 euro untuk pake trolly??”

Bahwa di Bremen tidak ada portir saya sudah tahu,,bahwa untuk memakai trolly kita harus masukin koin1 euro juga udah saya tahu..tapi Masalahnya SAYA LUPA MEMBAWA KOIN 1 EURONYA…(Padahal sebelum berangkat saya sudah mencatat dengan rapi barang2 yang harus di bawa..dan saya yakin banget mempersiapkan koin euro sudah ada lama listnya..mungkin terlewatkan oleh saya..yeah no bodys perfect)

Kemudian saya mendorong trolly menuju tempat pengambilan barang (mesin yang melingker itu)..sambil menunggu koper saya lewat..saya mengamati keadaan sekitar., pelajaran pertama yang saya dapat adalah bahwa kunci utama untuk bisa survive di Eropa adalah kemandirian..karena segala sesuatu harus kita kerjakan sendiri..kita gak bisa terlalu berharap bantuan dari orang lain.. Saya melihat bapak2 berpakain necis ala eksekutif  juga ibu2 dengan dandanan keren  plus modis mengangkat sendiri koper2 mereka ( kalo di Indo,,tipe2 ibu macam gini keluar dari airport cuma melenggang kangung dengan tas jinjing aja..koper mah urusan para bedinde)

Saya juga melihat sepasang kekasih yang asik berciuman mesra..begitu koper sang wanita lewat..si wanita langsung mengangkat sendiri kopernya..sedangkan sang cowok hanya menunjukkan ekspresi simpati melaui raut wajahnya tanpa ada niat memberikan bantuan kepada kekasihnya (hmm..cowok kaya gini kalo di indo mah udah dilempar jauh2 hehehe)…Juga ada keluarga muda dengan seorang anak (kira2 berusia 8 tahun)..begitu koper pink bergambar Barbie lewat (saya perkirakan berantya sekitar 10kg), si gadis kecil itu  langsung menghampiri dan mengangkat sendiri koper itu. Sang ortu hanya melihat saja..ck.ck.ck..kalo boleh di ilustrasikan dengan lagu..kayaknya lagu all by my selfnya celine dion cocok banget menggambarkan keadaan ini hehehe

Waktu pulang ke Indo saya bermaksud untuk menerapkan prinsip kemandirian saya yang udah di gembleng selama hampir sebulan di eropa (halah), saya berniat gak mau menggunakan jasa portir di Bandara.. tapi apa daya rasa capek (rasa malas sesungguhnya) mengalahkan segalanya..saya menerima tawaran jasa dari seorang portir. dan yang bikin saya gondok adalah  ketika saya menyodorkan uang 30 ribu, si portir gak mau nerima dan dengan nada melecehkan dia berkata “ah ibu kayak gak ngerti aja aturan main aja..disini mah sekali angkat minimum 50 ribu” ya ampun..saya  bukan termasuk orang yang pelit dan perhitungan..tapi kalo hanya untuk mengangkat 1 koper, 1 tas cangklong dan 1 stoller dengan bantuan trolly saya sedikit gak ikhlas kalo harus mengeluarkan 50 ribu.huhuu berapa sih tariff portir yang sebenarnya???

Note : uang 1 euro untuk pemakaian trolly hanya sebagai jaminan, kita bisa mendapatkan kembali 1 euro itu asalkan kita mengembalikan troly di tempatnya dalam keadaan tersusun rapi (berjejer dengan trolly lainnya) kalo sudah begitu, koin 1 euro kita akan keluar secara otomatis ..yippiee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s